TUGAS BAHASA INDONESIA KELAS IV MENULIS PENGERTIAN TEKS ARGUMENTASI
TEKS ARGUMENTASI
Teks argumentasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah teks yang berisi mengenai alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Teks argumentasi biasanya menjadi landasan teks debat karena di dalam teks argumentasi disajikan suatu bentuk retorika yang mempengaruhi sikap atau pendapat orang lain.
Tujuan Teks Argumentasi
Teks argumentasi memiliki tujuan untuk meyakinkan pembaca agar bisa menerima, mengambil, atau terpengaruh oleh isi atau pernyataan yang ada di dalam teks argumentasi. Teks argumentasi juga biasanya memilki tujuan untuk membuktikan suatu kebenaran yang dilengkapi dengan data atau fakta sebagai alasan atau pembenaran pendapatnya dari pembaca.
Ciri-ciri Teks Argumentasi
Untuk membedakan teks argumentasi dengan teks lainnya, pasti setiap teks memiliki ciri khas masing-masing. Inilah beberapa ciri-ciri teks argumentasi yang bisa digunakan untuk membedakan teks argumentasi dan teks lainnya.
1. Isi teks argumentasi memberikan penjelasan mengenai gagasan, pendapat, atau keyakinan yang ditulis penulis.
2. Teks argumentasi memerlukan fakta yang dilengkapi dengan data-data yang valid.
3. Teks argumentasi berisi mengenai teks yang memberikan pendapat, tetapi juga disertai data yang jelas. Data yang terdapat di teks argumentasi biasanya berupa angka, peta, grafik, atau gambar.
4. Dalam membuat teks argumentasi, diperlukan sumber atau sintesis yang artinya rangkuman baru yang dibutuhkan di dalam suatu teks.
5. Teks argumentasi juga harus mendapat sumber dari pengalaman, hasil penelitian, dan bahan bacaan yang memang sudah tervalidasi.
6. Analisis yang dilakukan atau terdapat di dalam teks argumentasi dilakukan dengan cara membedakan atau memisahkan dan menggolongkan sesuatu. Kemudian, hasil dari analisis yang sudah ditemukan dapat dirangkum dan disusun menjadi tulisan baru sesuai dengan topik bahasan. Sintesis di sini harus dilakukan secara objektif dan kritis.
7. Teks argumentasi biasanya diakhiri dengan menulis simpulan dan kalimat penutup yang digunakan untuk memperkuat argumentasi.
Struktur Teks Argumentasi
1. Pendahuluan
2. Tubuh Argumen
3. Kesimpulan atau Ringkasan
Jenis Teks Argumentasi
1. Teks Argumentasi Rincian
Jenis teks argumentasi rincian merupakan teks yang berisi mengenai pendapat dan alasan penulis yang disertai beberapa perincian.
2. Teks Argumentasi Contoh
Teks argumentasi contoh merupakan teks yang berisi mengenai pendapat dan alasan penulis yang disertai dengan beberapa contoh sebagai bukti bahwa pendapat penulis benar dan tidak dapat disangkal lagi oleh pembaca.
3. Teks Argumentasi Sebab-Akibat
Teks argumentasi selanjutnya adalah teks argumentasi sebab-akibat yang merupakan sebuah teks yang dikembangkan dengan menyampaikan sebab-sebab yang diakhiri dengan pernyataan sebagai akibat dari sebab tersebut.
4. Teks Argumentasi Akibat-Sebab
Kontras dengan teks argumentasi sebab-akibat, teks argumentasi akibat-sebab merupakan teks yang dikembangkan dengan menyampaikan terlebih dahulu apa akibatnya, baru dicari apa penyebab yang mendasarinya.
Langkah Menyusun Teks Argumentasi
Untuk dapat menulis teks argumentasi, maka harus melakukan langkah-langkah yang tepat. Inilah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menulis teks argumentasi.
1. Pertama, penulis harus memilih dan menentukan pokok permasalahan apa yang akan diangkat dan dituangkan ke dalam teks argumentasi.
2. Selanjutnya penulis harus merumuskan pokok-pokok permasalahan dengan kalimat yang jelas dan membuat grafik yang besar.
3. Kemudian penulis juga harus menetapkan tujuan dari teks argumentasi tersebut.
4. Setelah itu, lalu kumpulkan berbagai bahan yang berupa fakta, keterangan, kesaksian orang lain atau para ahli sebelum menuangkan ide pokok ke dalam suatu tulisan.
5. Penulis kemudian juga harus sudah memelajari pustaka dan mencatat kutipan yang akan dijadikan referensi dan data tulisan.
6. Lakukan juga beberapa proses ini, di antaranya menganalisis, menguji, membandingkan, menghubungkan (fakta, keterangan, kesaksian, catatan, dan kutipan), kemudian menguraikan dan menyusun keterangan dengan menarik dan logis serta membuat simpulan atau ringkasan teks argumentasi.
7. Tahap terakhir, penulis harus membaca ulang teks argumentasi yang sudah dibuat untuk mengetahui kelengkapan dan juga memastikan tulisan sudah sempurna. Perbaiki jika masih ada kesalahan di dalam tulisan tersebut.
Pola Pengembangan Teks Argumentasi
Di dalam teks argumentasi, terdapat dua pola pengembangan.
1. Pola pengembangan sebab ke akibat
2. Pola pengembangan akibat ke sebab
hal-hal yang dianggap sebagai penyebab masalah atau peristiwa yang terjadi di dalam teks argumentasi
CONTOH DIBAWAH INI HANYA UNTUK DIBACA TIDAK UNTUK DI TULIS
Contoh Teks Argumentasi
SILAHAKAN BACA TEKS ARGUMENTASI DIBAWAH INI
1. Contoh Teks Argumentasi Pola Pengembangan Sebab Akibat
PON XX Papua 2021 yang diselenggarakan pada Sabtu (2/10/2021) terselenggara secara meriah meski di tengah pandemi. Upacara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) diselenggarakan di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Papua tepat pukul 19.00 WIT. Dimeriahkan dengan berbagai hiburan, upacara pembukaan PON XX Papua 2021 menyita banyak perhatian.
PON XX Papua 2021 yang telah dibuka Sabtu lalu akan melibatkan 6.496 atlet dan sekitar 3.300 ofisial. Dari jumlah atlet tersebut, akan digelar 37 cabang olahraga pertandingan, 56 disiplin cabang olahraga, dan 679 nomor pertandingan atau perlombaan.
Sayangnya, selama PON XX Papua 2021 berlangsung, ditemukan beberapa kasus Covid-19 baru. Hal ini turut mengundang perhatian masyarakat luas dan juga membuat beberapa kebijakan akhirnya dilakukan pemerinta di tengah penyelenggaraan PON XX Papua 2021.
Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito, kasus Covid-19 di PON XX Papua 2021 menyebar karena adanya interaksi antar-peserta di dalam kamar dan saat makan bersama. Selain itu, para atlet yang berpartisipasi tidak semuanya menaati protokol kesehatan, baik di dalam maupun di luar venue.
Hingga saat ini, tercatat ada 83 kasus positif Covid-19. Mengetahui kasus Covid-19 yang terjadi di lingkungan penyelenggaraan PON XX Papua 2021, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito angkat bicara. Wiku mengatakan bahwa PON XX Papua 2021 diperkirakan akan memiliki risiko lonjakan Covid-19 karena melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.
2. Contoh Teks Argumentasi Pola Pengembangan Akibat Sebab
Toksisitas Bisphenol A sangat berbahaya dan bisa menimbulkan berbagai macam penyakit bagi manusia diantaranya kanker payudara, pubertas dini, penyakit jantung, infertilitas, katalisator penyakit saraf, hingga obesitas.
Dengan adanya berbagai kasus di atas, tentu BPA tidak hanya berbahaya pada anak-anak saja, orang dewasa juga bisa terkena penyakit yang berasal dari toksisitas Bisphenol A. Bahaya itu diungkap anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Irfan Dzakir Nugroho, Sp.A.M.Biomed yang dilansir dari Kompas.com.
Menurutnya, bahaya toksisitas Bisphenol A atau BPA saat ini harus menjadi perhatian terutama di berbagai negara maju, seperti di Eropa dan Amerika. Biasanya, BPA terdapat di kemasan plastik baik wadah minuman atau makanan yang saat ini beredar luas.
“Efeknya sangat luas di berbagai kelompok. Sudah banyak studi yang membuktikan hal tersebut dan untuk mencegahnya, dibutuhkan regulasi preventif yang menjauhkan masyarakat dari bahaya BPA,” ujar dr Irfan. Sementara itu, sejauh ini ada 130 lebih studi yang melaporkan efek samping dan bahaya BPA dalam jangka panjang.
BPA sendiri belakangan justru semakin marak dipergunakan sebagai bahan pembuatan wadah makanan dan minuman yang ternyata mengandung Bisphenol-A atau BPA yang sangat berisiko bagi kesehatan manusia.
Komentar
Posting Komentar